Sabtu, 17 September 2016

Dia dan Hujan...

Berbicara soal cuaca...
Cuaca panas, dingin, mendung, itu sama!
Bagaimana dengan hujan? Saat hujan pikiran dan perasaanku berubah total!
Kapanpun, di manapun itu.
Setiap kali turun hujan, apapun yang sedang dilakukan, aku akan memikirkan dan merindukannya secara tiba-tiba. Itu terjadi begitu saja!
Seakan ketika mendengar suara hujan, semua memori tentang dia sangat kuat merasuki diriku.

Aku suka hujan tapi aku benci hujan!
Mengapa?
Yang kusuka dari hujan adalah, saat mendengar suara hujan sosok dia terasa ada di dekatku. Sangat dekat.
Dan aku benci, ketika terasa dekat, aku tak bisa menyentuhnya, tak bisa berbicara dengannya.
Padahal kuingin memeluk dan berbicara dengannya.

Saat hujan turun, aku selalu berharap ada disampingnya berada dipelukkannya.
Aku tidak akan kedinginan karena menghangatkanku.
Pasti akan sangat bahagia ketika bisa menikmati hujan turun bersama dia.

Di luar sana sedang turun hujan...
Aku berada di kamarku, menatap ke luar jendela.
Kusaksikan titik-titik air hujan turun membasahi bumi.
Pikiran tentang dia sangat kuat merasuki aku.
Kututup mataku dan coba membayangkan ada dia disampingku, sedang memelukku erat.
Dia membisikkan kalimat romantis ditelingaku, kata demi kata.
Aku terhanyut ke dalam perasaan yang sangat dalam, aku tenggelam di dalam cintanya. Seakan aku tak bisa kembali.

Hingga hujan pun berhenti.
Inil saat yang paling tidak kusukai. Lagi-lagi itu cuma khayalan. Tidak nyata. Dia tidak ada disampingku.

Hmmmm...
Terima kasih hujan, setidaknya kau bisa membuatku terbuai dalam khayalan indah yang rasanya seperti nyata.

Sampai saat ini, aku masih belum bisa memecahkan rahasia antara dia dan hujan.
Di mana saat hujan dia terasa sangat dekat denganku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar